Anak di bawah usia 18 bulan tak boleh sama sekali diberikan gadget.

Kebayaindonesia.com, Jakarta – Orang tua sering kali frustasi saat meminta anak berhenti bermain gadget. Video dan game adalah dua konten yang paling membuat anak seolah asyik dengan dunianya sendiri. Jangan sampai anak terjerumus pada kebiasaan tak mengetahui batas waktu dalam bermain gadget bahkan kecanduan.

Psikolog dan Direktur Mentari Anakku Firesta Farizal punya cara jitu untuk mencegah anak kecanduan bermain gadget. Tentu di era kemajuan teknologi saat ini tak bisa membuat anak tak main gadget sama sekali. Namun, Firesta menegaskan peran orang tua sangat penting sebagai penjaga gawang.

Klik di sini, banyak info seputar masalah keluarga, hubungan orangtua, pendidikan anak, atau kehidupan rumah tangga.

“Menghindarkan sama sekali enggak mungkin karena kita hidup di tengah teknologi. Namun batasan waktu tetap harus ada,” tegasnya dalam peluncuran Game Anak Sholeh, Rabu (20/9).

1. Batasan Waktu
Catatan internasional merekomendasikan anak di bawah usia 18 bulan tak boleh sama sekali diberikan gadget. Anak di bawah 2 tahun maksimal 1 jam sehari itupun membutuhkan pendampingan. Anak di atas usia 5 tahun diberikan waktu 1-2 jam sehari bermain gadget namun durasi waktunya dibagi-bagi.

“Seperti anak saya usia 5 tahun sekali nonton film atau video hanya boleh 15 menit. Berarti dari video yang dia tonton misalnya satunya 5 menit, berarti kamu hanya boleh nonton 3 film ya habis itu selesai,” tegasnya.

2. Konsistensi Orang Tua
Jika sudah memberikan batasan waktu maka orang tua harus melakukannya dengan konsisten. Sekali saja tak konsisten, anak akan mencari celah di keesokan harinya untuk merengek dan merayu ibunya agar diizinkan bermain gadget lebih dari yang sudah diatur.

“Awalnya mungkin ngambek tapi anak-anak belajar dari perilaku orang tua. Orang tua harus konsisten. Sekali aja dikasih peluang kelonggaran waktu, maka besok pasti anak akan mencoba lagi,” ungkapnya.

3. Jika Sudah Kecanduan
Ibu arau orang tua yang bisa menerapkan batasan waktu dengan tegas maka anak tak akan berubah menjadi “zombie” seolah asyik dengan dunianya sendiri. Mengatur waktu adalah hak prerogatif ibu terhadap anak. Anak tak akan mengalami adiksi jika batasan waktu yang diberikan konsisten dilakukan.

“Orang tua baru ngeh saat anak sudah adiksi jika mereka enggak mau makan, enggak mau belajar, enggak mau mandi demi gadget. Kok susah sekali ya lepaskan gadget. Kalau sudah adiksi seperti itu maka harus melibatkan profesional seperti psikolog,” jelasnya, seperti dikutip Jawa Pos. (ika)



Redaksi Kebaya Indonesia menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksikebaya@gmail.com, dan redaksi@kebayaindonesia.com.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here